TIGA PENYAKIT HATI YANG DIAM-DIAM MEMBINASAKAN MANUSIA

Terkini 29 Sep 2026 14:45 • 3 min read • 35 views • By Tgk Abdullah

Share berita ini

TIGA PENYAKIT HATI YANG DIAM-DIAM MEMBINASAKAN MANUSIA
#renungan


Oleh: Tgk Abdullah bin Rusli


Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang tiga hal yang dapat membawa kebinasaan, sebagaimana disebutkan dalam hadis:


“Tiga hal yang membinasakan: rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri.”

(HR. Thabrani)


Hadis ini merupakan peringatan yang sangat penting bagi setiap umat Islam. Sebab, kebinasaan manusia tidak selalu dimulai dari dosa besar yang terlihat oleh mata. Terkadang ia bermula dari penyakit hati yang dianggap kecil, namun dibiarkan tumbuh hingga menguasai diri.


Pertama, pelit yang ditaati


Harta merupakan amanah dari Allah SWT. Ketika seseorang terlalu mencintai hartanya hingga enggan berbagi, tidak peduli kepada fakir miskin, anak yatim dan orang yang membutuhkan, maka harta yang seharusnya menjadi jalan kebaikan justru dapat menjadi sumber kebinasaan.


Allah SWT berfirman:


“Dan siapa pun yang dipelihara dari kekikirannya, merekalah orang-orang yang beruntung.”

(QS. At-Taghabun: 16)


Islam tidak melarang manusia memiliki harta. Yang dilarang adalah ketika harta menguasai hati dan membuat seseorang lupa bahwa di dalam hartanya terdapat hak orang lain.


Kedua, hawa nafsu yang diikuti


Hawa nafsu adalah bagian dari ujian manusia. Keinginan tidak selalu salah, tetapi menjadi berbahaya ketika manusia menjadikan hawa nafsu sebagai pemimpin dalam kehidupannya.


Allah SWT berfirman:


“Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena dia akan mendorong kamu dari jalan Allah.”

(QS. Sedih: 26)


Betapa banyak keputusan yang diambil bukan berdasarkan kebenaran, melainkan karena keinginan sesaat. Ketika hawa nafsu raja menjadi dalam diri, nasihat yang benar-benar terasa pahit, sementara kesalahan terasa indah.


Oleh karena itu, seorang muslim harus belajar mengendalikan keinginan, bukan diperbudak oleh keinginan.


Ketiga, merasa kagum terhadap diri sendiri


Penyakit yang tidak kalah berbahaya adalah ujub, yaitu merasa kagum terhadap diri sendiri, merasa lebih baik, lebih hebat, lebih pintar, lebih berjasa atau lebih suci dibandingkan orang lain.


Padahal semua kelebihan yang kita miliki pada hakikatnya adalah karunia Allah SWT.


Allah mengingatkan:


"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa."

(QS. An-Najm: 32)


Orang yang terlalu kagum pada dirinya sendiri dapat kehilangan kemampuan untuk melakukan introspeksi. Ia sulit menerima nasehat, mudah meremehkan orang lain dan lupa bahwa segala sesuatu yang dimilikinya dapat diambil oleh Allah kapan saja.


Menundukkan hati sebelum terlambat


Tiga hal tersebut—kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujub terhadap diri sendiri—memiliki satu kesamaan: semuanya berpusat pada ego manusia.


Oleh karena itu, obatnya kembali kepada Allah dengan memperbanyak muhasabah, bersyukur, bersedekah, mengendalikan hawa nafsu, menerima nasehat dan menyadari bahwa manusia hanyalah makhluk yang lemah.


Jangan menunggu kehilangan harta untuk belajar berbagi. Jangan menunggu penyesalan untuk belajar mengendalikan nafsu. Dan jangan menunggu jatuh untuk menyadari bahwa kesombongan telah membuat kita terlalu tinggi menilai diri sendiri.


Kehidupan sejati dunia hanyalah sementara. Yang akan kita bawa menghadap Allah bukanlah banyaknya harta, tinggi kedudukan atau pujian manusia, melainkan amal dan ketakwaan.


Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri: apakah harta sudah berada di tangan kita, atau justru sudah menguasai hati kita? Apakah hawa nafsu kita kendalikan, atau kita yang dikendalikan olehnya? Dan apakah kita bersyukur atas kelebihan yang Allah berikan, atau malah membenarkan diri di hadapan manusia?


Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari sifat kikir, memerintahkan hawa nafsu dan menjauhkan kita dari ujub. Semoga segala nikmat yang diberikan-Nya menjadikan kita semakin rendah hati, semakin peduli kepada sesama dan semakin dekat kepada Allah SWT.


Wallahu a'lam bish-shawab.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Target Investigasi

Recent Articles

Popular Articles